Pangkat Jaket Kamuflase Wehrmacht / SS

Selain tanda kepangkatan resmi di schulterklappen (tanda pangkat bahu) dan kragenspiegel (kerah), Wehrmacht/Waffen-SS juga memperkenalkan tanda kepangkatan yang khusus dikenakan di jaket kamuflase. Tanda kepangkatan ini tidak digunakan oleh prajurit biasa, melainkan tiga jenjang grup: Unteroffiziere (bintara), Offiziere (perwira), dan Generale (jenderal). Selain itu, terdapat dua pola untuk penerapannya: dibordir atau diprint
Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division “Hitlerjugend”), yang diselenggarakan di Normandia pada tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Erich Olboeter (membelakangi kamera), SS-Hauptsturmführer Hermann “Bibl” Weiser (Adjutant I. SS Panzerkorps “Leibstandarte”), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division “Hitlerjugend”), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division “Hitlerjugend”), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef “Sepp” Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps “Leibstandarte”), dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division “Hitlerjugend”). Dietrich dan Meyer sama-sama mengenakan seragam kamuflase dengan insignia khusus di bagian lengan, sesuai dengan pangkat mereka masing-masing. Insignia milik Dietrich tetap dia simpan, bahkan setelah naik pangkat menjadi SS-Oberstgruppenführer beberapa hari kemudian. Insignia tersebut nantinya diberikannya kepada salah satu rekan seperjuangannya, dan ujung-ujungnya berakhir menjadi salah satu koleksi dari pengarang buku Markus Lippl


Para anggota dari 14.Kompanie(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 / 7.Infanterie-Division ini menghabiskan waktu luang dengan bermain musik bersama menggunakan akordeon bermerk “Bang Rhoma”. Di antara mereka nyempil dua orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz): Ruprecht Kral (kiri, Ritterkreuz tanggal 15 Mei 1944 sebagai Unteroffizier dan Geschützführer di 14. Kompanie) serta Anton Bayer (kedua dari kanan, Ritterkreuz tanggal 5 Oktober 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 14. Kompanie). Perhatikan bahwa orang di sebelah kiri Bayer mengenakan kemeja dengan tanda pangkat lengan yang biasanya dikenakan di jaket kamuflase! Dari identifikasi pangkatnya yang menunjukkan Oberleutnant, kemungkinan besar dia adalah Kompaniechef (Komandan Kompi) dari Kompi ke-14

Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgs-Armee) mengenakan jaket tebal bulu domba untuk menghadapi musim dingin Skandinavia yang terkenal membekukan. Di bagian lengannya terdapat insignia kepangkatan – yang biasanya tersemat di seragam kamuflase – dengan tiga rangstern (pips) yang menunjukkan pangkat pemakainya saat itu: Generaloberst. Dietl juga mengenakan bergmütze (topi gunung) dengan simbol khas bunga Edelweiss di bagian pinggir. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil
 Leutnant (pangkat terakhir Oberleutnant) Eugen Kastner dari Grenadier-Regiment 316 / 212. Infanterie-Division di front Volkhov, Uni Soviet. Dia mengenakan jaket kamuflase bolak-balik musim dingin yang biasa disebut sebagai Umkehrbare Winteranzug (Winter Reversible Camo Parka), dengan bagian abu-abunya berada di luar sedangkan bagian putihnya di dalam. Di bagian lengan terjahit insignia pangkat yang biasa dinamakan sebagai tarn-dienstgradabzeichen. Tampaknya foto ini diambil saat Kastner akan melakukan patroli, yang terlihat dari peralatan ski yang dikenakannya serta senapan mesin MP40 (lengkap dengan kantong amunisi) yang tersampir di dadanya. Di latar belakang tampak jalan kereta api dengan bantalan kayu yang melewati belantara Volkhov. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil. Foto ini sendiri merupakan salah satu dari 500+ foto peninggalan Oberleutnant Kastner, dan sekarang menjadi koleksi pribadi Akira Takiguchi
SS-Hauptsturmführer Josef Kramer (Kampkommandant Bergen-Belsen) mengenakan pakaian dalam dengan print insignia camo yang langka – dengan pangkat SS-Hauptsturmführer. Foto ini diambil pada tanggal 17 April 1945, dua hari setelah Kamp Konsentrasi Bergen-Belsen (di barat daya kota Bergen, Niedersachsen, Jerman) dibebaskan oleh pasukan Inggris dari 11th Armoured Division. Meskipun menjelang pembebasan banyak para penjaga kamp yang melarikan diri karena takut akan adanya pembalasan dari tawanan mereka, Kramer dengan berani memutuskan untuk tetap tinggal dan mengerjakan tugas sehari-hari seperti biasa. Pasukan Inggris begitu terkejut ketika mendapati bahwa kamp tersebut menampung 60.000 penghuni – dengan sebagian besarnya dalam kondisi sangat menyedihkan – sementara tidak kurang dari 13.000 mayat lainnya bertebaran di segala penjuru tanpa sempat dikuburkan! Sang Kampkommandant dengan tenang menyambut tentara Inggris, dan bahkan menyempatkan diri untuk menemani mereka melihat-lihat Bergen-Belsen! Pada tanggal 17 November 1945 Kramer dijatuhi hukuman mati atas peran aktifnya dalam “kejahatan terhadap kemanusiaan”, dan dihukum gantung di penjara Hamelin pada tanggal 13 Desember 1945. Sebagai algojonya adalah Albert Pierrepoint, seorang pekerja toko kelontong yang bekerja sampingan sebagai petugas eksekusi. Pierrepoint terkenal sebagai “pengeksekusi paling efisien dalam sejarah Inggris”, dan di sepanjang karirnya telah membantu mengirimkan 435 orang ke alam baka!
Foto ini diambil dari album milik Oberfunkmeister Wilhelm Schulz, yang berasal dari 2.Kompanie / Panzer-Nachrichten-Abteilung 39 / 3.Panzer-Division, dan memperlihatkan seorang prajurit Heer dengan zeltbahn melintang di pundaknya. Dari pita berwarna cerah di topinya, bisa diketahui bahwa foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya acara perang-perangan antar unit Wehrmacht, demi untuk melatih kesiapan mereka di lapangan nanti. Dari tanda pangkat di lengannya, kita bisa mengetahui bahwa dia berpangkat Feldwebel
Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Larrister
Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment