Pilpres 2019, Sekjen PSI: Prabowo Subianto Bukan Lawan Mudah

Mendekati pendaftaran Pilpres 2019, komunikasi politik antara koalisi Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo Subianto sudah mulai gencar dilakukan. Prediksi pertandingan ulang antara Prabowo dan Jokowi pun sudah mulai terbaca.

Namun, rupanya ada yang berbeda di Pilpres 2019 kali ini. Meski rematch Jokowi dan Prabowo akan muncul kembali, terdapat faktor lain yang membuat pertarungan akan semakin ketat.

Kira-kira apa yang membuat Pilpres 2019 ini berbeda dengan 2014 ya?

1. Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres digelar bersamaan

Pilpres 2019, Sekjen PSI: Prabowo Bukan Lawan MudahTwitter/@SBYudhoyono/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan, Pemilu 2019 tentu akan berbeda dengan Pemilu 2014. Ia mengatakan, perbedaan Pemilu 2019 dan 2014 salah satunya adalah tentang Pemilihan legisltatif dan presiden yang dilakukan secara bersamaan.

“Pemilu sekarang adalah pemilu yang berlangsung bersamaan dengan Pileg dan Pilpres. Tapi itu beda. Model pergerakannya juga beda,” kata Raja Juli kepada IDN Times, Rabu (1/8).

2. Majunya petahana akan membuat kontestasi Pilpres lebih ketat

Pilpres 2019, Sekjen PSI: Prabowo Bukan Lawan Mudah
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Kemudian, ia pun mengungkapkan saat Pemilu 2014, pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak ada yang dari petahana atau incumbent. Sedangkan di Pilpres 2019, petahana Joko “Jokowi” Widodo maju kembali dalam kontestasi Pilpres.

loading...

“Dulu Pak Jokowi, 5 tahun lalu gak ada incumbent. Sekarang Pak Jokowi incumbent. Tentu akan lebih mudah juga bagi Pak Jokowi untuk menyampaikan apa yang sudah dilakukan. Bukan sekedar janji, tapi bukti,” jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Prihatin Ada Upaya Intimidasi pada Neno Warisman

3. Prabowo dianggap bukanlah lawan yang mudah

Pilpres 2019, Sekjen PSI: Prabowo Bukan Lawan MudahIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Raja Juli pun menyampaikan, dalam Pilpres 2019 ini, penantang Jokowi yaitu Prabowo Subianto, tetap menjadi lawan terkuat Jokowi. Menurutnya, Pilpres 2019 akan tetap bersaing ketat karena Prabowo yang akan menjadi lawan.

“Tapi ya tentu to be honest, Pak Prabowo itu lawan yang paling berat bagi Pak Jokowi. Jadi teman bertanding paling hebat lah. Rakyat punya pilihan untuk memilih dua orang hebat lah,” ungkap Raja Juli.

Meski begitu, sebagai partai yang berada di koalisi Jokowi, tambah dia, koalisi Jokowi tetap optimis dapat memenangkan kembali kontestasi. Tapi memang perlu diakui, kata Juli, bahwa Prabowo bukanlah lawan yang mudah.

“Kami optimis, tapi Pak Prabowo bukan lawan yang mudah. Kalau selain Pak Prabowo, pasti jauh lebih gampang,” terangnya.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment