Novel Baswedan Tidak Percaya Kasusnya Akan Diungkap Polisi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali meminta kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap dirinya. Sebab, hingga 16 bulan berlalu, polisi belum bisa mengungkap eksekutor bahkan otak intelektual di balik teror air keras.

Walaupun sejak awal, Novel mengaku sudah pesimistis kasusnya akan terungkap. Namun, ia tetap berharap Jokowi mau turun tangan dan membentuk tim independen yang terpisah dari Polri. Menurut dia, polisi sejak awal sudah tidak ingin kasus teror air keras tersebut diungkap.

Bahkan, Novel menduga ada keterlibatan jenderal polisi dalam penyerangannya. Lalu, apa lagi pesan yang disampaikan oleh Novel kepada rekan sejawatnya?

1. Novel minta Presiden Jokowi segera membentuk TGPF

Novel Baswedan Tidak Percaya Kasusnya Akan Diungkap Polisi

Kasus penyerangan terhadap Novel sudah berlalu 16 bulan. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang dari Polri. Mereka memang sudah pernah merilis dua sketsa tetapi itu pun baru diduga kuat pelaku lapangan yang menyiramkan air keras kepada penyidik berusia 40 tahun.

Selain itu, belum ada perkembangan yang berarti. Padahal, Polda Metro Jaya sudah mengerahkan 167 penyidik untuk menuntaskan kasus Novel. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Saya sejak awal sudah menyampaikan bahwa polisi tidak mau mengungkap (kasus) ini. Saya tegaskan sekali lagi polisi tidak mau. Oleh karena itu, saya minta ke atasannya polisi (presiden) untuk mengungkap kasus ini,” kata Novel di halaman Gedung KPK.

Hari Jumat merupakan hari pertamanya bekerja kembali di lembaga anti rasuah usai selama 16 bulan absen. Ia tiba di gedung KPK sekitar pukul 09:13 WIB dan disambut oleh sekitar 200 pegawai, pimpinan KPK dan aktivis pegiat anti korupsi.

loading...

2. Novel juga menitipkan pesan kepada pimpinan KPK agar melindungi pegawainya

Novel Baswedan Tidak Percaya Kasusnya Akan Diungkap Polisi

Mantan perwira menengah Polri ini juga menyampaikan pesan kepada pimpinan KPK agar tidak menyerah untuk mengungkap penyerangan yang selama ini menghantui para pegawainya. Hal itu termasuk serangan air keras kepada dirinya yang terjadi pada 11 April 2017.

Ia berharap pimpinan KPK tidak akan berkompromi terhadap siapa pun yang ingin mengkerdilkan lembaga anti rasuah tersebut.

“Kita tidak bicara di area gelap, di area abu-abu, kita bicara terang, karena pemberantasan korupsi tidak akan pernah selesai apabila kita selalu kompromi. Kita selalu menutupi hal yang terjadi. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi suatu semangat,” kata Novel.

3. Novel ingatkan para pegawai KPK agar tidak takut melawan koruptor

Novel Baswedan Tidak Percaya Kasusnya Akan Diungkap Polisi

Sebelum bekerja, Novel juga sempat menyampaikan pesan kepada karyawan lembaga anti rasuah, tujuannya agar tidak gentar menghadapi para koruptor. Ia mengingatkan agar perjuangan mereka tidak redup walaupun sering diintimidasi ketika tengah bekerja.

“Tidak hanya keberanian, tapi (kita) juga (harus memiliki) integritas. Ingat! Niat memberantas korupsi, baik itu teror ataupun difitnah, dikatain main perkara dibilang terima uang pasti akan jadi kejadian. Maka tidak hanya cukup integritas, maka harus betul-betul sabar dan bertawakal,” kata Novel dengan tegas.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment