Media di Israel Pecat Kartunis karena Gambar Netanyahu sebagai Babi

Sebuah majalah di Israel memecat seorang kartunis usai ia mempublikasikan kartun Benjamin Netanyahu dan beberapa anggota parlemen Knesset. Dalam kartun bertema Animal Farm karya George Orwell tersebut sang kartunis, Avi Katz, mengilustrasikan Netanyahu dan anggota parlemen sebagai babi.

1. Katz menilai pemecatannya itu “sangat bodoh”

Media di Israel Pecat Kartunis karena Gambar Netanyahu sebagai Babi

Baca Juga: Tahun Depan, Pesawat Ruang Angkasa Israel Mendarat di Bulan  

Seperti dilaporkan The Independent, media yang memecat Katz adalah Jerusalem Post. Ia telah bekerja sebagai kartunis lepas di media tersebut selama tiga dekade. Mereka memecatnya pada Rabu (25/7) setelah ia mengunggah kartunnya itu ke akun Instagram pribadinya. Menurut Katz, keputusan Jerusalem Post itu “sangat bodoh”.

“Aku pikir kartunku cukup biasa saja, dan pemecatan terhadapku karena masalah itu sangat bodoh,” ucapnya. Jerusalem Post sendiri mengeluarkan pernyataan bahwa “sesuai dengan pertimbangan editorial memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengannya”.

2. Babi dianggap penuh dosa oleh agama Yahudi

Media di Israel Pecat Kartunis karena Gambar Netanyahu sebagai Babi

Katz mengaku mengkritik undang-undang terbaru yang disahkan mengenai hak istimewa warga Yahudi. Ia mengambil inspirasi dari novel Animal Farm karya George Orwell. Katz menyantumkan sebuah kutipan dari novel tersebut yang berbunyi “semua binatang itu setara, tapi kadang ada beberapa binatang yang lebih setara dibandingkan lainnya”.

loading...

Orwell memang menggambarkan bahwa kumpulan babi di novelnya mengambil alih sebuah peternakan dan menjadikan binatang lain sebagai makhluk kelas dua. Sementara itu, dalam agama Yahudi, babi dikategorikan sebagai binatang haram. Kartun Katz pun dinilai melecehkan Yahudi karena menyamakan pejabat negara dengan babi.

3. Seorang jurnalis mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap pemecatan itu

Media di Israel Pecat Kartunis karena Gambar Netanyahu sebagai Babi

Knesset baru saja meresmikan sebuah undang-undang yang menegaskan bahwa Israel merupakan rumah bagi warga Yahudi. Dengan label ini, Israel ingin mengutamakan keistimewaan Yahudi di atas warga-warga lain, misalnya, yang memiliki darah Arab-Palestina.

Undang-undang ini pun mendapat kritikan salah satunya dari Uni Eropa yang khawatir Israel bersikap diskriminatif terhadap warga non-Yahudi. Aktivis kemanusiaan menyebut Netanyahu membawa Israel menjadi negara apartheid.

Beberapa warganet menilai apa yang dilakukan Katz adalah jurnalisme yang sesungguhnya dan ia harus diberikan tepuk tangan atas keberanian serta integritasnya. Menanggapi pemecatan Katz, seorang jurnalis di Jerusalem Report bernama Haim Watzman memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Aku tak mau diasosikan dengan publikasi yang membuang staf karena pekerjaannya mengecewakan beberapa orang,” tulis Watzman di akun Facebook pribadinya. “Jurnalisme, ketika dikerjakan dengan baik, selalu membuat marah beberapa pembaca,” lanjutnya.

“Sudah jadi tugas editor dan manajer dari koran maupun majalah untuk membela penulis dan staf lainnya saat pembaca memprotes analisis atau opini yang diungkapkan oleh staf.” Serikat jurnalis Israel pun turut meminta Jerusalem Post untuk membatalkan keputusan itu.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment