KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Kementerian Hukum dan HAM untuk mengklarifikasi soal temuan program “Mata Najwa” soal sel yang dihuni oleh napi Setya Novanto dan Nazaruddin di Lapas Sukamiskin. Dalam program “Mata Najwa” yang tayang pada Rabu (25/7), Najwa Shihab dan tim menemukan saat tengah dilakukan sidak oleh petugas, Novanto dan Nazaruddin menempati sel sederhana yang diklaim sebagai selnya.

Di dalam daftar lapas yang terpampang di bagian depan, terlihat mantan Ketua DPR itu menempati sel Timur Atas nomor 29. Padahal, menurut informasi yang diketahui Najwa, Novanto menempati di sel nomor 3 di blok Timur Atas.

“Jadi, sel nomor 1 (di blok Timur) itu sempat dihuni oleh Bung Karno, kemudian sel nomor 2 dan 3 itu sel yang tidak ada namanya. Informasi yang saya dapat dua sel itu sudah dibongkar menjadi satu sel yang besar,” ujar Najwa ketika memberikan penjelasan kepada Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly pada Rabu kemarin.

Begitu pula dengan sel yang dihuni oleh Muhammad Nazaruddin. Najwa mengatakan kepada Nazaruddin bahwa saat ia berkunjung ke Lapas Sukamiskin di tahun 2013 lalu, sel milik terpidana kasus korupsi kasus suap Wisma Atlet Hambalang bukan di lokasi yang ditempatinya saat ini.

“Waktu Mba Nana mengunjungi saya bersama Pak Wamen Denny Indrayana, itu sel transit, karena kan saya baru masuk,” ujar Nazaruddin memberikan pembelaan.

Lalu, apa tanggapan Kemenkum HAM saat muncul dugaan soal sel tersebut palsu?

1. KPK menyarankan agar temuan itu ditindak lanjuti Kemenkumham secara internal

KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan hal tersebut bukan kewenangan lembaga anti rasuah. Namun, sebaiknya ditindak lanjuti oleh Kemenkumham mengenai temuan tersebut. Sebab, tindak lanjut tersebut merupakan bentuk keseriusan dari Kemenkumham yang bolak-balik mengatakan akan melakukan revitalisasi secara serius.

“Seharusnya hal seperti ini bisa ditindak lanjuti oleh pemeriksaan internal di Kementerian Hukum dan HAM, kalau (memang) benar (terjadi) ya. Jadi, benar atau tidak, harus diklarifikasi lebih jauh, apakah memang sel yang dihuni oleh kedua orang itu benar-benar sel yang selama ini dihuni atau kalau memang ada perubahan maka harus didalami lebih lanjut,” ujar Febri yang ditemui di gedung KPK pada Kamis malam (26/7).

Ia mengingatkan jangan sampai Kemenkumham sudah bolak-balik mengatakan akan melakukan revitalisasi, tetapi hal itu hanya berakhir di ucapan saja. Artinya, harus ada sinkronisasi pernyataan di tingkat pucuk pimpinan hingga ke bawahannya.

Baca juga: Kalapas Sukamiskin Baru “Bersih-Bersih” Pejabat Lapas

2. Najwa curiga sel itu bukan milik Novanto dan Nazaruddin karena isi benda-bendanya tidak sesuai

KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Kecurigaan Najwa bahwa sel sederhana dan sempit di blok Timur Atas nomor 29 itu bukan tempat Setya Novanto didasari beberapa temuan. Pertama, di papan besar daftar nama dan sel penghuni di ruang kamtib Lapas Sukamiskin, terdapat sticker Setya Novanto yang terkesan baru ditempel dan berbeda.

“Kedua, isi sel SN (Setya Novanto) mulai dari barang-barang pribadi, baju, perlengkapan mandi, dan makanan tidak sesuai dengan profil SN. Misalnya terdapat parfum perempuan body mist Victoria Secreta Seduction, Pucelle Splash Cologne dan Gatsby,” ujar Najwa melalui akun media sosialnya yang ditulis pada Kamis kemarin.

loading...

Ketiga, tidak terdapat tumpukan baju yang mengindikasikan sel itu sudah pernah dihuni selama tiga bulan. Keempat, ketika mantan Ketua Umum Partai Golkar itu membuka pintu dan menyambut kedatangan tim program Mata Najwa terlihat sudah sangat “siap”.

“Dia duduk di kursi dengan pakaian rapi sembari membawa buku berjudul ‘Kosa Kata Alquran’,” katanya lagi.

Kecurigaan itu semakin menguat dengan informasi yang ia terima bahwa sejak awal masuk, sel Novanto bukan di TA nomor 29. Melainkan di TA nomor 2 dan 3.

3. Setya Novanto mengaku mantan Kalapas Sukamiskin orang baik

KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Sementara, menurut pengakuan Setya Novanto, mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein adalah orang yang baik. Maka, ia mengaku terkejut saat tahu Wahid tiba-tiba ditangkap oleh penyidik lembaga anti rasuah.

Ia juga menyebut kerap ngobrol dengan suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, yang juga diciduk oleh KPK pada pekan lalu.

“Padahal, sel Fahmi itu kan ada di seberang saya (dari sel palsu). Ya, kita sama-sama aja, kalau misalkan (merasa) bosan ya kami ke sana (sel Fahmi),” ujar Novanto yang mengenakan kaos berwarna biru gelap pada saat penggeledahan Minggu kemarin.

Lalu, apa komentarnya mengenai soal tarif sel yang dipatok Rp 200 juta – Rp 500 juta?

“Ya, saya sih sempat denger juga, tapi itu urusan orang-orang yang penting gak ganggu saya. Yang saya denger bukan si Fahmi yang sering ngomong itu, ya saya denger siapa ya Andre, tampingnya Fahmi,” kata dia.

4. Nazaruddin tidak membantah soal adanya praktik suap terhadap kalapas

KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Pertanyaan mengenai praktik suap terhadap kalapas juga sempat ditanyakan oleh Najwa kepada napi Muhammad Nazaruddin. Walau tidak mengonfirmasi, namun Nazaruddin juga tidak membantah praktik pemberian suap kepada kalapas sering terjadi di Sukamiskin.

“Ya, gimana saya mau bilangnya, saya masih narapidana. Karena saya juga udah mau pulang ya yang penting saya menjalani, lalu bisa cepat pulang dan berkumpul dengan keluarga,” ujar Nazaruddin ketika dibesuk Najwa.

Nazaruddin memprediksi pada akhir tahun 2018, ia sudah bisa keluar dari Lapas Sukamiskin dengan fasilitas pembebasan bersyarat.

“Kan sesuai dengan PP nomor 99 tahun 2012, apalagi saya juga mendapatkan fasilitas JC (justice collaborator), ya mudah-mudahan lah didoakan,” tutur dia.

5. Menkumham mengonfirmasi itu bukan sel Setya Novanto dan Nazaruddin

KPK Minta Kemenkumham Cek Kebenaran Soal Sel Palsu Novanto-Nazaruddin

Ketika dikonfirmasi oleh Najwa, Menkum HAM Yasonna Laoly tidak membantah temuan tim program Mata Najwa memang mencurigakan. Menteri dari PDI Perjuangan itu sempat kebingungan ketika memberikan penjelasan soal mengapa Novanto dan Nazaruddin diduga kuat menempati sel palsu. Tetapi, ia membantah kalau berusaha menutup-nutupi hal itu.

“Dan saya sudah mengatakan ini merupakan tamparan, oleh sebab itu sejak hari Minggu semua fasilitas (mewah) diangkat semua dan tidak mungkin terjadi lagi yang seperti itu,” ujar Yasonna.

Walaupun belakangan Yasonna mengakui kedua sel tersebut memang bukan sel asli Novanto dan Nazaruddin.

“Di sela-sela break, Menkumham menelepon jajarannya dan mengonfirmasi bahwa kecurigaan tim Mata Najwa dan informasi yang kami kumpulkan bahwa benar adanya sel yang ditempati Setya Novanto dan Nazaruddin yang dsidak petugas malam itu adalah sel palsu,” kata Najwa di akun media sosialnya pada Kamis kemarin.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment