Kapan dan Bagaimana Mengajarkan Anak soal Seks, Cek di Sini

Masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan seks itu tabu. Padahal, sebaiknya anak mendapatkan informasi pendidikan seks dari orang tua, terutama saat beranjak remaja. Hal ini untuk mencegah anak mendapatkan informasi yang salah tentang pendidikan seks dan dapat lebih berhati-hati dalam pergaulan.

Di era digital, anak akan mudah memperoleh informasi. Anak rentan mendapatkan informasi yang salah tentang pendidikan seks. Seks itu artinya jenis kelamin, yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis.

Pendidikan seks dapat kita artikan sebagai pengetahuan yang berhubungan tentang jenis kelamin, mencakup pertumbuhan jenis kelamin, fungsi, kesehatan, dan perkembangan alat reproduksi, serta tingkah laku seksual dan unsur psikologisnya.

Artikel lain:
Pentingnya Foreplay saat Berhubungan Seks. Jangan Langsung Hajar
Perempuan Lebih Sering Menolak Seks? Ini Penelitiannya
Hubungan Seksual Tak Lagi Menyenangkan, Mungkin Ini Penyebabnya
Tak Cuma Usir Stres, Berhubungan Seks Juga Cegah Penyakit Jantung

loading...

Seperti kita ketahui, remaja sekarang mudah terpapar informasi. Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Jadi, jika orang tua tidak memberikan pengetahuan yang benar sejak dini, anak bisa mendapatkan informasi yang tidak benar dan lebih cepat aktif secara seksual.

Tugas orang tua adalah membimbing anak-anaknya ke arah yang benar serta membiarkan mereka mengetahui tips kesehatan dan keamanan seks. Meskipun pendidikan seks disampaikan di sekolah, tanggung jawab orang tua memastikan anak remajanya memahami konsep ini.

Berikut ini beberapa tips dari laman Boldsky tentang cara efektif memberikan pendidikan seks kepada remaja.

1. Bicarakan hal ini secara pribadi. Ketika berbicara tentang topik yang terkait dengan seks remaja, pastikan Anda melakukannya dengan cara yang tidak mempermalukan anak.

2. Berbicara langsung, tidak bertele-tele.

3. Hindari menggurui dan tidak menghakimi. Berbicara secara terbuka tentang hal ini menjaga kesehatan dan keselamatan remaja.

4. Memberikan gambaran tentang pengamanan dan kesehatan alat reproduksi sehingga mereka dapat menyadari dan menghindari hal tertentu yang tidak diinginkan.

5. Beri tahukan tentang berbagai konsekuensi hubungan seks tanpa kondom, berbagai bentuk kontrasepsi, dan perilaku seksual lain.

6. Jika merasa tidak nyaman berbicara dengan anak tentang pendidikan seks, jangan ragu mempertimbangkan bantuan konselor.

7. Biarkan anak memberikan tanggapan tentang hal ini. Biarkan interaksi berjalan dua arah.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment