Mengejutkan Adolf Hitler Disebut Mati di Surabaya, Indonesia ?,Temuan Gigi Hitler Ungkap Fakta Sebenarnya

Meski sudah lama berlalu, tapi kematian Adolf Hitler masih menjadi misteri.

Ada berbagai macam spekulasi yang beredar terkait kematian pemimpin Nazi ini.

Ada yang mengatakan jika Hitler mati di Berlin, Argentina, Brasil bahkan Indonesia.

Pembahasan yang menarik bukan?

Seperti yang dikutip dari National Geographic Indonesia, para ilmuwan Perancis yang memiliki akses untuk meneliti gigi Hitler mengatakan jika diktator itu meninggal pada 1945 akibat menenggak sianida dan menembak dirinya sendiri.

Kematiannya yang menjadi misteri membuat para ahli terus melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab kematian sang diktator yang sebenarnya.

Hal ini diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa sampai sekarang masih ada yang belum percaya bahwa Hitler mati di Berlin.

Sebelumnya, pada Maret dan Juli 2017 lalu, biro penyelidikan rahasia di Rusia juga telah menugaskan tim peneliti untuk memeriksa tulang-tulang sang diktator untuk pertama kalinya sejak 1946.

Melansir dari Kompas Pada Selasa (22/05/2018), baru-baru ini tim patolog Perancis diizinkan untuk memeriksa gigi sang diktator yang disimpan di Moskow.

Studi ini memastikan bahwa Hitler memang benar-benar meninggal pada 30 April dalam bunker di Berlin, bersama Eva Braun.

Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan penyebab kematiannya.

Di mana para peneliti menganalisis pecahan tengkorak Hitler dan menemukan lubang di sisi kirinya.

Lubang itu kemungkinan besar disebabkan oleh peluru yang ditembakkan kepada dirinya oleh sang Fuhrer itu sendiri.

70 tahun lebih Pasca Perang Dunia II berakhir, Rusia kembali mengizinkan adanya pemeriksaan terhadap barang-barang bukti yang ditinggalkan Hitler.

Hasil penelitian tim Perancis itu kemudian diterbitkan oleh European Journal of Internal Medicine akhir pekan lalu.

Seorang ahli patologi, Phiippe Charlier mengatakan jika gigi itu benar-benar milik sang diktator tanpa ada keraguan lagi.

Hal ini disampaikan kepada kantor berita Perancis AFP.

Set dari gigi itu menunjukkan adanya jejak-jejak daging, satu hal yang membuktikan bahwa Hitler memang seorang vegetarian.

Tim peneliti juga diizinkan untuk melihat potongan tengkorak Hitler untuk mengonfirmasi bagaimana cara dia melakukan bunuh diri.

Temuan baru ini mungkin tidak akan mengakhiri kisah-kisah kematian Berlin yang beredar sampai di Indonesia.

Bahwa Adolf Hitler berhasil lolos dari Berlin dan tidak melakukan bunuh diri di tahun 1945.

loading...

“Dengan ini, kita bisa menghentikan semua teori konspirasi Hitler. Dia tidak kabur ke Argentina menggunakan kapal selam, tidak berada di markas tersembunyi di Antartika atau di mana pun”, ungkap Charlier.

Hitler mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri bersama kekasihnya, Eva Braun di pusat komando bawah tanahnya yang disebut Fuhrerbunker di Berlin.

Dari hasil pemeriksaan gigi, tidak ditemukan jejak mesiu.

Hal ini mengindikasikan bahwa pistol tidak ditembakkan ke mulut, melainkan ke leher atau fahi.

Sementara itu, endapan kebiru-biruan terlihat pada gigi palsunya.

Hal inilah yang menunjukkan adanya reaksi antara sianida dan logam gigi palsu.

Hasil analisis pada gigi asli maupun palsu milik pimpinan Nazi ini juga menemukan adanya endapan karang.

Lalu, benarkah bahwa sang diktator itu mati di Surabaya?

Beberapa tahun lalu, seorang warga di Surabaya dikejutkan dengan adanya artikel yang berjudul Adolf Hitler Masuk Islam dan Mati di Indonesia.

Kalimat itu tentu kemudian menimbulkan pertanyaan mungkinkah ada Adolf Hitler yang lain selain pimpinan Nazi itu?

Info Hitler meninggal di Indonesia berawal dari artikel Harian Pikiran Rakyat pada 1983.

Penulisnya adalah dr Sosrohusodo yang pernah bertugas di kapal rumah sakit Hope di Sumbawa Besar.

Dia kemudian bercerita pernah bertemu dokter asal Jerman yang bernama George Anton Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960.

Konon, dokter yang ditemui jurnalis itu adalah Hitler.

Banyak kemiripan fisik antara Poch dan Hitler.

Seperti keduanya yang selalu menyeret kaki kirinya saat berjalan, tangan kirinya yang kerap bergetar, berkumis mirip Chaplin dan berkepala gundul.

Poch sendiri tak punya lisensi menjadi dokter, bahkan ia juga sama sekali tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan.

Dr Sosrohusodo mengaku masih ingat percakapannya dengan Poch yang selalu memuji Hitler.

Ia juga mengatakan jika tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian kaum Yahudi.

Satu lagi, istri Poch juga kerap memanggil suaminya ‘Dolf’, mungkinkah itu adaklah kependekan dari Adolf Hitler?

Poch kemudian meninggal di Surabaya, 15 Januari 1970 dalam usia 81 tahun dan dimakamkan di pemakaman muslim Ngagel.

Istrinya yang merupakan warga asli Jerman pun memilih pulang ke negara asalnya.

Sebelum meninggal, Poch meninggalkan buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9 x 16 cm setebal 44 cm.

Di buku itu, terdapat tulisan tangan Poch yang mirip dan identik dengan tulisan tangan Hitler.

Loading...

JANGAN LUPA DOWNLOAD APLIKASI PRIBUMI ONLINE VERSI ANDROID
SILAKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment